![]() |
| Persepsi Konsumen |
A.
PENGANTAR
Pemahaman
terhadap persepsi dan proses yang mempengaruhi sangat penting bagi pemasar
dalam upaya membentuk persepsi yang tepat. Terbentukya persepsi yang tepat pada
konsumen menyebabkan mereka mempunyai kesan dan memberikan penilaian yang
tepat.
Jika
konsumen mempersepsikan sebuah produk memiliki keunggulan yang berbeda dengan
produk lain dan keunggulan itu sangat berarti, maka mereka akan memilihnya
meskipun sebenarnya produk itu relatif mirip dengan yang lain.
B.
PENGERTIAN
PERSEPSI DAN RUANG LINGKUPNYA
Persepsi
bukan hanya proses psikologis semata, tetapi diawali dengan proses fisiologis
yang dikenal sebagai sensasi. Schiffman dan kanuk (2007) mendefinisikan
persepsi sebagai proses psikologis dimana individu memilih, mengorganisasikan
dan mengintepresentasikan stimuli menjadi sesuatu yang bermakna.
Terjadinya
stimulus yang mengenai sensory receptor
mengakibatkan individu merespon. Respon langsung atau segera dari organ sensory receptor tersebut
dinamakan sensasi.Tingkat kepekaan dalam sensasi antara individu satu dengan
yang lain berbeda-beda.
Persepsi
Subliminasi
Praktek pemanfaatan
persepsi sublimasi sering dilakukan dalam membangun persepsi dan menarik
konsumen untuk membeli. Melalui pemanfaatan persepsi sublimasi, konsumen di
satu sisi merasa tidak terganggu ketika berbelanja bahkan merasa nyaman karena
ada alunan musik.
Pada umumnya untuk
menimbulka persepsi subliminal ini pemasar menggunakan cara-cara antara lain:
a. Menyajikan
stimuli secara cepat
b. Mempercepat
pembicaraan dengan volume rendah
c. Perumpamaan
atau kata-kata yang diseembunyikan dalam iklan cetak tau label produk..
Ambang Batas absolut dan ambang batas nyata:
Pada
saat konsumen ditayangkan dengan stimuli, apakah konsumen selalu memperhatikan
stimuli tersbut? Hal ini karena in tensitas rangsangan yang berpengaruh
terhadap keampuan konsumen.
Menurut
Schiffman dan Kanuk (2007) terdapat dua jenis ambang batas, yaitu ambang batas
absolut, nyaitu rangsangan yang dapat dideteksi oleh indera manusia, dan ambang
batas diferensial yaitu keampuan sistem inderawi yang memungkinkan individu
dapat membedakan antara stimuli yang berbeda intensitasnya.
C.
PROSES
PERSEPSI
Persepsi
pada hakekatnya merupakan proses psikologis yang kompleks yang melibatkan aspek
fisiologis. Proses yang dimulai dari adanya aktivitas memilih, mengorganisasi,
dan menginterpresentasikan stimuli sehingga konsumen dapat memberikan makna
atas suatu obyek.
a.
Seleksi
Proses ini
dawali dengan adanya stimuli yang mengenai panca indera yang disebut sebagai
sensasi. Stimuli ini beragam bentuknya dan akan selalu membombardir indera
konsumen..
1. Faktor
dari stimuli itu sendiri
a. Kekontrasan
ata perbedaan yang menyolok
b. Kebaruan
c. Intensitas
d. Besarnya
ukuran
e. Gerakan
f. Pengulangan
2. Faktor
Internal
1. Eksposur
selektif (Selective Exposure)
2. Perhatian
Selektif (Selective attention)
3. Bertahan
secara perseptual (perceptual defence)
4. Menutup
secara perseptual (perceptual blocking)
b.
Pengorganisasian
Setelah
memilih stimuli, konsumen akan mengorganisasikannya dengan cara mengelompokkan
dan menghubungkan dengan stimuli lain agar dapat di intepresentasikan sehingga
mempunyai makna.
Prinsip dasar
penting dalam pengorganisasian ini meliputi:
a. Gambar
dan latar belakang (figure and ground)
b. Kecenderungan
untuk menutup/menyelesaikan (Closure)
c. Pengelompokkan
(Grouping)
1. Prinsip
Keterdekatan
2. Kesamaan
3. Kesinambungan
c.
Inteprestasi
Setelah
konsumen mengorganisir stimuli dan mengaitkannya dengan informasi yang
dimiliki, makar stimuli tersebut mempunya makna, konsumen menginteprentasikan
atau memberi arti stimuli tersebut.
D.
KESALAHAN
DALAM INTEPRETASI
Terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan atau distorsi dalam
mengintepretasikan pesan, antara lain :
1. Penampilan
fisik
2. Stereotipi
3. Isyarat/tanda-tanda
yang tidak relevan
4. Kesa
pertama
5. Meloncat
pada kesimpulan
6. Efek
halo
E.
APLIKASI
PERSEPSI DALAM STRATEGI PEMASARAN
Persepsi mempunyai peran yang sangat
penting dalam pemasaran, berikut ini adalah bentuk aplikasi dari persepsi dalam
pemasaran.
E.1.
Citra perusahaan, citra produk dan citra merk
·
Citra Perusahaan
Alper dan kamins (1995) menyatakan bahwa
konsumen pada umumnya memiliiki persepsi yang positif terhadap merek pioner
(merek pertama dan satu kategori produk).
·
Citra merek
Citra merek pada umumnya didefinisikan
segala hal yang terkait dengan merek yang ada di benak ingatan konsumen.
Menurut Aaker citra merek adalah kesan konsumen tentang suatu merek(Bian dan
Mountinho, 2011).
E.2. Persepsi terhadap risiko
Terdapat banyak risiko yang
dipertimbangkan konsumen, antara lain :
1. Risiko
keuangan
2. Risiko
kinerja
3. Risiko
psikologis
4. Risiko
fisiologis
5. Risiko
sosial
6. Risiko
waktu
Apa yang dilakukan konsumen untuk
menghindari risiko dan bagaimana implikasinya dalam pemasaran?
Pada uumumnya terdapat enam cara yang
dilakukan konsumen untuk mengurangi risiko:
1. Mencari
informasi
2. Membeli
produk yang bergengsi
3. Loyalitas
terhadap merek
4. Memilih
produk berdasarkan citra merek
5. Memilih
membeli di toko yang terpercaya
6. Memilih
produk yang harganya mahal
E.3.
Persepsi terhadap kualitas
Konsumen
secara langsung atau tidak langsung akan memberikan penilaian terhadap jasa
yang dibeli atau yang pernah dikonsumsinya. Terdapat dua faktor utama yang
dijadikan pedoman konsumen, yaitu : layanan yang diterima dan layanan yang
diharapkan.
F.
Kesimpulan
Pemahaman
terhadap persepsi konsumen sangat penting perannya bagi pemasar dalam upaya
membentuk persepsi konsumen, degan proses sensasi, seleksi, organsasi dan
interprestasi yang menitikberatkan pada penampilan fisik, stereotip, isyarat,
kesan pertama, dan efek halo agar pemahaman terhadap persepsi dapat
diaplikasika.
Nah itulah sedikit artikel tentang Persepsi Konsumen yang telah admin Pengen Jadi Sarjana tulis guys, walaupun sedikit semoga bisa menambah wawasan kita semua. Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa share ya guys.

No comments:
Post a Comment